Kuasa Hukum Satpam Bundaran HI Ungkap Intimidasi dan Makian yang Dilakukan Sopir Alphard

JAKARTA, iDoPress - Kuasa hukum sekuriti Bundaran HI Victor Harefa, Wira Harefa, mengungkap dugaan intimidasi dan makian yang dilakukan pengemudi dan dua penumpang Toyota Alphard terhadap kliennya saat insiden yang viral di media sosial.

Wira Harefa, selaku kuasa hukum menjelaskan, Victor disebut dihina dengan menyebutkan nama hewan, dipaksa melakukan gerakan fisik, hingga diancam akan dilaporkan ke tempat kerjanya agar dipecat.

"Itu dia di dalam pos itu dikata-katain (nama binatang), terus disuruh push-up. Tapi dia bilang dari pagi dia belum makan, belum sarapan sampai siang, dan dia juga tangannya saat itu beberapa hari yang lalu dilakukan pengobatan juga tangan kanannya, sehingga tidak kuat melakukan push-up," kata dia saat dihubungi iDoPress, Jumat (24/7/2026).

Sebagai ganti karena tidak bisa push-up, Victor diminta berbaring di lantai sambil memperagakan gerakan seperti mengayuh sepeda dengan kedua kaki diangkat ke atas.

"Dia disuruh untuk tiduran di lantai dan memeragakan gerakan seperti seolah-olah mau naik sepeda terbalik. Kalau itu dilakukan. Karena dia di bawah tekanan, diancam, dikata-katain (nama binatang)," ujarnya.

Wira kemudian menyebut Victor diancam akan dilaporkan ke tempat kerjanya agar dipecat.

Selain itu, ia juga membenarkan bahwa salah satu penumpang mobil Alphard menunjukkan sebuah kartu yang diklaim sebagai kartu anggota aparat kepada Victor.

"Dia dibilang, 'Ini kami anggota,' diambil, dikeluarin kartu dari kantongnya mereka, tapi ditempelin dekat jidatnya dia enggak bisa baca. Apakah itu kartu apa, dia enggak bisa memastikan apakah itu anggota atau tidak," tutur dia.

Menurut Wira, sejumlah intimidasi tersebut membuat Victor mengalami trauma hingga kini.

Kondisi itu juga menjadi alasan kliennya belum memutuskan untuk menempuh jalur hukum.

Sebelumnya, insiden cekcok antara sekuriti dan pengemudi Alphard pada Rabu (22/7/2026) yang viral di media sosial kembali disorot setelah satpam bernama Victor Harefa membuat video klarifikasi.

Dalam video itu, Victor mengaku sempat mendapat makian, merasa terpojok hingga bersujud minta maaf kepada pengemudi Alphard tersebut.

Peristiwa bermula saat Victor membantu pejalan kaki menyeberang di Bundaran HI.

Ketika lampu lalu lintas berubah merah, sebuah mobil Toyota Alphard tetap melaju sehingga ia mengetuk kaca mobil sambil menegur pengemudi.

Pengemudi bersama dua penumpangnya kemudian keluar dari mobil.

Penafian: Artikel ini direproduksi dari media lain. Tujuan pencetakan ulang adalah untuk menyampaikan lebih banyak informasi. Ini tidak berarti bahwa situs web ini setuju dengan pandangannya dan bertanggung jawab atas keasliannya, dan tidak memikul tanggung jawab hukum apa pun. Semua sumber daya di situs ini dikumpulkan di Internet. Tujuan berbagi hanya untuk pembelajaran dan referensi semua orang. Jika ada pelanggaran hak cipta atau kekayaan intelektual, silakan tinggalkan pesan kepada kami.
©hak cipta2009-2020 Aceh Life Network      Hubungi kami   SiteMap