


JAKARTA, iDoPress - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) telah memasuki usia ke-28 tahun pada Kamis (23/7/2026).
Puncak perayaan hari lahir (Harlah) ke-28 PKB akan digelar di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta, pada Kamis (23/7/2026) malam.
Ketua Umum PKB, Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menyebut bahwa Presiden RI Prabowo Subianto akan menghadiri perayaan puncak Harlah ke-28 PKB.
"Ya, saya tadi ketemu Pak Presiden, insyaallah besok (hari ini) Presiden hadir," ujar Cak Imin saat ditemui di Kota Tua, Jakarta, Rabu (22/7/2026) malam.
Dalam puncak peringatan Harlah ke-28 PKB itu, Prabowo disebut akan berpidato di hadapan kader PKB.
"Ya pasti, pasti," ungkap Cak Imin.
Memasuki usianya yang ke-28 tahun, mari melihat sejarah lahirnya PKB yang bermula dari berakhirnya masa Orde Baru pada 1998.
Desakan Warga NU
PKB diketahui ini didirikan oleh sejumlah ulama Nahdlatul Ulama (NU), di antaranya KH Munasir Ali, KH Ilyas Ruchiyat, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), KH A. Mustofa Bisri, dan KH A. Muchith Muzadi.
Lahirnya PKB tidak terlepas dari dinamika politik nasional setelah berakhirnya era Orde Baru. Saat itu, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menerima banyak aspirasi dari warga NU di berbagai daerah yang menginginkan organisasi tersebut memiliki wadah politik.
Beragam usulan pun bermunculan, mulai dari pembentukan partai politik, nama partai, lambang, hingga susunan kepengurusan.

iDoPress/Syakirun Ni'am Logo Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
Saat itu, tercatat, terdapat sekitar 39 nama yang diusulkan, di antaranya Nahdlatul Ummah, Kebangkitan Umat, dan Kebangkitan Bangsa.
Meski demikian, PBNU merespons aspirasi tersebut dengan penuh kehati-hatian. Sikap itu didasarkan pada keputusan Muktamar Ke-27 NU di Situbondo pada 1984 yang menegaskan bahwa NU merupakan organisasi kemasyarakatan yang tidak berpolitik praktis maupun terikat dengan partai politik.
Karena belum ada keputusan dari PBNU, sejumlah tokoh dan kelompok warga NU di berbagai daerah kemudian mendeklarasikan partai politik sebagai wadah aspirasi masyarakat.
Beberapa di antaranya adalah Partai Bintang Sembilan di Purwokerto dan Partai Kebangkitan Ummat di Cirebon.
Bentuk Tim Lima
Menanggapi perkembangan tersebut, PBNU menggelar Rapat Harian Syuriyah pada 3 Juni 1998 yang menghasilkan pembentukan Tim Lima.