Satpam yang Tegur Sopir Alphard di Bundaran HI Bekerja di Proyek MRT Jakarta

JAKARTA, iDoPress - Polisi menyebut satpam bernama Victor Harefa yang viral usai cekcok dengan pengemudi Toyota Alphard hitam di sekitar Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, adalah pekerja di proyek MRT Jakarta.

Kapolsek Metro Menteng AKBP Braiel Arnold Rondonuwu meluruskan narasi yang beredar luas di media sosial yang menyebut bahwa Victor adalah satpam Transjajarta yang ditugaskan membantu pejalan kaki menyeberang jalan.

"Yang bersangkutan bekerja di proyek MRT. Satpam di proyek MRT yang kebetulan akan melintas melewati zebra cross," ungkap Braiel kepada wartawan di Mapolsek Metro Menteng.

Braiel menegaskan, narasi di media sosial yang menyebutkan Victor sedang mengatur lalu lintas dan mengawal pejalan kaki menyeberang dipastikan kurang tepat.

Saat kejadian, Rabu (22/7/2026) siang, Victor sedang berjalan kaki mengenakan seragamnya karena bekerja di area konstruksi MRT di seberang Halte Transjakarta Bundaran HI.

"Bukan (menyeberangkan pejalan kaki). Yang bersangkutan (Victor) mau menyeberang juga," ujar Braiel.

Cekcok itu bermula ketika mobil Alphard hitam berpelat D 1828 XHQ nekat menerobos lampu merah pejalan kaki (pelican crossing) di depan Hotel Pullman.

Di saat yang bersamaan, Victor nyaris tersenggol mobil Alphard yang menerobos, hingga mengetuk kaca mobil tersebut.

"Kemudian saudara F (Victor) pada saat itu kebetulan akan menyeberang juga, dan yang bersangkutan melihat itu, yang bersangkutan sempat menepuk dari bodi atau badan mobil. Kemudian dari situ terjadi percekcokan dan perselisihan," jelas Braiel.

Aksi Victor pun memicu amarah pengemudi beserta penumpang mobil yang mengenakan kemeja batik.

Adu mulut di tengah jalan tak terhindarkan, hingga akhirnya kedua belah pihak dibawa ke Pos Polisi Thamrin untuk dimediasi oleh anggota kepolisian yang berjaga.

Meski hari itu disepakati penyelesaian secara damai, kasus ini berbuntut panjang karena pada Kamis (23/7/2026) pagi, Victor merilis video pengakuan di media sosial bahwa dirinya merasa diintimidasi selama berada di pos polisi.

Ia bahkan mengaku dipaksa bersujud, mencium tangan, hingga ditunjukkan Kartu Tanda Anggota (KTA) aparat oleh pengemudi Alphard.

Merespons hal tersebut, kepolisian masih melakukan pendalaman terkait pengakuan Victor.

"Kalau diminta sujud ini yang saya perlu klarifikasi ke kedua belah pihak. Kami masih mengklarifikasi yang bersangkutan bagaimana prosesnya pada saat itu seperti apa real-nya," tutur Braiel.

iDoPress berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung iDoPress Plus sekarang

Penafian: Artikel ini direproduksi dari media lain. Tujuan pencetakan ulang adalah untuk menyampaikan lebih banyak informasi. Ini tidak berarti bahwa situs web ini setuju dengan pandangannya dan bertanggung jawab atas keasliannya, dan tidak memikul tanggung jawab hukum apa pun. Semua sumber daya di situs ini dikumpulkan di Internet. Tujuan berbagi hanya untuk pembelajaran dan referensi semua orang. Jika ada pelanggaran hak cipta atau kekayaan intelektual, silakan tinggalkan pesan kepada kami.
©hak cipta2009-2020 Aceh Life Network      Hubungi kami   SiteMap