
BEKASI, iDoPress – Sejumlah pengemudi ojek online (ojol) di Kota Bekasi menilai kebijakan pemotongan komisi aplikator maksimal 8 persen belum memberikan manfaat nyata bagi mitra pengemudi.
Mereka mengaku pendapatan yang diterima tidak jauh berbeda dibandingkan saat komisi aplikator masih sebesar 20 persen.
Menurut para pengemudi, selain komisi 8 persen, masih ada berbagai komponen biaya lain yang ikut mengurangi penghasilan, seperti biaya jasa aplikasi, biaya promo, asuransi, hingga komponen tarif perjalanan.
Salah seorang pengemudi ojol, Adika Fadil Utomo (32), menilai kebijakan komisi 8 persen hanya terlihat menguntungkan di atas kertas.
"Kebijakan 8 persen ini hanya istilah. Karena kenyataannya di lapangan potongannya enggak 8 persen saja. Ada biaya-biaya yang dimainkan oleh aplikator. Itu yang membuat seperti lebih besar dari komisi 20 persen," kata Adika saat ditemui di Medan Satria, Bekasi, Selasa (1/7/2026).
Menurut Adika, skema komisi 20 persen sebelumnya justru lebih sederhana karena seluruh potongan sudah terangkum dalam satu komponen.
"Sebenarnya sih lebih menguntungkan yang 20 persen. Kalau sekarang memang tulisannya 8 persen, tapi masih ada biaya perjalanan, asuransi, dan macam-macam lagi," ujarnya.
Ia kemudian menunjukkan salah satu transaksi yang diterimanya setelah kebijakan komisi maksimal 8 persen diberlakukan.
Dalam perjalanan dari Medan Satria menuju Stasiun Bekasi, pelanggan membayar tarif Rp 20.000.
Dari jumlah tersebut, biaya perjalanan tercatat Rp 11.500.
Nilai itu dibagi menjadi 92 persen atau Rp 10.580 untuk pengemudi dan 8 persen atau Rp 920 sebagai komisi aplikator.
Selain itu, terdapat biaya edit tujuan sebesar Rp 5.000, biaya jasa aplikasi Rp 2.500, dan biaya asuransi Rp 1.000.
"Pada kenyataannya saya hanya menerima sekitar Rp 10.580. Sedangkan sisanya masuk ke komisi aplikator dan komponen lainnya," jelasnya.
Adika juga mengatakan besaran promo yang diterima pelanggan berbeda-beda sehingga memengaruhi tarif perjalanan.
"Promo itu tergantung dari penumpang. Setiap handphone penumpang berbeda-beda mendapatkan promonya. Ada yang 5 persen, ada yang 3 persen, jadi berbeda-beda," katanya.