3 Hal yang Bisa Dilakukan RI dalam Momentum Kesepakatan Damai Iran-AS

JAKARTA, iDoPress - Guru Besar Ilmu Sejarah dan Peradaban Islam UIN Syarif Hidayatullah, Sudarnoto Abdul Hakim mengusulkan tiga langkah konkret yang bisa dilakukan untuk memanfaatkan momentum kesepakatan damai Iran dan Amerika Serikat (AS).

"Pertama, terus memainkan peran aktif sebagai kekuatan moral dan diplomatik dalam mendorong penyelesaian konflik secara damai di berbagai kawasan dunia," kata Sudarnoto kepada iDoPress, Selasa (16/6/2026).

Kedua, Indonesia bisa menjadi penggerak yang mengintensifkan diplomasi perdamaian di dunia.

Caranya, Indonesia aktif membawa isu perdamaian di forum internasional di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), gerakan non-blok, dan kerja sama negara-negara berkembang.

Terakhir, Ketua Bidang Hubungan Internasional dan Kerja Sama Luar Negeri Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini mendorong Indonesia aktif mengembangkan kerja sama ekonomi dan kemanusiaan.

"Yang dapat memperkuat stabilitas kawasan dan kesejahteraan internasional," ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, Amerika Serikat (AS) dan Iran resmi menyepakati perjanjian perdamaian dan penghentian permanen operasi militer di semua front, termasuk Lebanon.

Pengumuman ini disampaikan oleh Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif sebagai fasilitator dialog damai Iran-AS.

Sharif menyebutkan, prosesi penandatanganan dokumen resmi perjanjian damai tersebut bakal dihelat pada Jumat (19/6/2026) di Swiss.

"Kesepakatan dengan Republik Islam Iran kini telah selesai," ujarnya, dikutip dari AFP, Senin (15/6/2026).

"Dengan ini saya sepenuhnya mengizinkan pembukaan Selat Hormuz tanpa biaya tol, dan, bersamaan dengan itu, mengizinkan pencabutan segera blokade Angkatan Laut Amerika Serikat. Kapal-kapal di seluruh dunia, nyalakan mesin Anda. Biarkan minyak mengalir!" sambungnya.

Tak berselang lama, otoritas pemerintahan Iran turut merilis pernyataan resmi yang menegaskan, kesepakatan yang baru saja diumumkan bersama AS ini menjadi penanda berakhirnya konfrontasi bersenjata secara langsung antara kedua negara.

"Pengakhiran perang secara permanen dan segera telah diumumkan di semua lini, termasuk Lebanon," kata Wakil Menteri Luar Negeri Kazem Gharibabadi dalam komentar yang disiarkan televisi di Iran.

iDoPress berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung iDoPress Plus sekarang

Penafian: Artikel ini direproduksi dari media lain. Tujuan pencetakan ulang adalah untuk menyampaikan lebih banyak informasi. Ini tidak berarti bahwa situs web ini setuju dengan pandangannya dan bertanggung jawab atas keasliannya, dan tidak memikul tanggung jawab hukum apa pun. Semua sumber daya di situs ini dikumpulkan di Internet. Tujuan berbagi hanya untuk pembelajaran dan referensi semua orang. Jika ada pelanggaran hak cipta atau kekayaan intelektual, silakan tinggalkan pesan kepada kami.
©hak cipta2009-2020 Aceh Life Network      Hubungi kami   SiteMap