
JAKARTA, iDoPress -Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi, Pertamax dan Pertamax Green 95, dikeluhkan sejumlah warga karena dinilai memberatkan pengeluaran, terutama untuk kebutuhan transportasi.
Tak hanya harga BBM yang meningkat, sejumlah suku cadang kendaraan, seperti oli, juga disebut mengalami kenaikan harga.
"Berasa banget nih, bensin sekarang Rp 16.000, berat karena biasanya memang pakai pertamax, ditambah oli juga naik," kata Faisal saat ditemui di SPBU kawasan Jatinegara, Jakarta Timur, Kamis (11/6/2026).
Meski harganya naik, Faisal mengaku tetap menggunakan Pertamax karena khawatir Pertalite akan berdampak pada kondisi mesin kendaraannya.
"Enggak, tetep Pertamax. Sayang mesin soalnya. Kita enggak bisa ngarepin apa-apa sih sebenernya, cuma ya saling semangatin aja dah, sama orang-orang," tutur Faisal.
Untuk menyiasati pengeluaran, Faisal kini membeli bensin secukupnya dan tidak lagi mengisi penuh tangki seperti sebelumnya.
"Biasanya ngisi empat puluh lima tuh udah dapat full, nah kalau secukupnya saja, karena berasa banget," ucap Faisal.
Keluhan serupa disampaikan Uyan, pengemudi ojek online.
Ia mengaku kenaikan harga Pertamax menjadi Rp 16.250 per liter berdampak pada pendapatan yang dibawanya pulang.
"Ya ngaruh ke uang yang dibawa pulang. Biasanya Rp 40.000 full bisa buat dua hari. Tapi ini Rp 40.000 boro-boro penuh," kata Uyan.
Meski sempat mempertimbangkan beralih ke Pertalite, Uyan mengaku ragu karena sudah terbiasa menggunakan Pertamax yang menurut dia lebih baik untuk kendaraan.
"Kalau pindah ke Pertalite mungkin sih, tapi ragu juga karena kurang bagus. Penginnya sih tetap pakai Pertamax, tapi lihat kondisi juga," ujar Uyan.
Uyan berharap pemerintah memerhatikan harga BBM agar tidak semakin membebani masyarakat, terutama pekerja kecil seperti dirinya.
"Ya kalau bisa diturunin. Dampaknya bukan buat ojol doang, tapi luas. Semoga pemerintah ngerti," tuturnya.
Sebelumnya diberitakan, PT Pertamina (Persero) kembali melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi yang berlaku mulai Rabu (10/6/2026).
Berdasarkan informasi di kanal resmi Pertamina Patra Niaga, harga Pertamax (RON 92) untuk wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya kini dipatok Rp 16.250 per liter.
Angka tersebut naik Rp 3.950 per liter dibandingkan harga sebelumnya yang berlaku sejak 1 Juni 2026, yakni Rp 12.300 per liter.
Sementara harga Pertamax Turbo tidak berubah dan tetap dijual Rp 20.750 per liter, sama seperti yang berlaku pada penyesuaian 1 Juni 2026.
iDoPress berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung iDoPress Plus sekarang