Menhub Sebut KRL yang Ditabrak Argo Bromo di Bekasi Timur Berhenti karena Kerumunan Warga

JAKARTA, iDoPress - Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengungkapkan, KRL Commuterline yang tertabrak KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) malam berhenti karena adanya kerumunan warga.

Dudy mengatakan, kerumunan warga muncul setelah sebuah mobil taksi mogok di perlintasan sebidang JPL 85 dan tertemper kereta relasi Cikarang-Jakarta.

“Timbul kerumunan di mana warga melihat lokasi kecelakaan tersebut atau temperan tersebut,” ujar Dudysaat memaparkan video ilustrasi kronologi kecelakaan dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR RI, Kamis (21/5/2026).

Dia menjelaskan, KRL Commuter Line 5568A relasi Jakarta-Cikarang saat itu sudah mengalami keterlambatan sebelum tiba di Stasiun Bekasi Timur pada pukul 20.49 WIB.

“Kereta tersebut sempat berangkat, namun terhenti atau berhenti karena adanya kerumunan di depan untuk melihat kejadian temperan tersebut,” kata dia.

Tak lama setelah KRL berhenti, KA Argo Bromo Anggrek melintasi Stasiun Bekasi pada pukul 20.51 WIB atau lebih cepat tiga menit dari jadwal dengan kecepatan mencapai 108 kilometer per jam.

“Tumburan terjadi pada jam 20.52,” ucap Dudy.

Dalam paparannya, Dudy menjelaskan rangkaian kejadian bermula ketika KA Commuter Line 5568A tiba lebih awal satu menit di Stasiun Bekasi pada pukul 20.34 WIB.

Selanjutnya, KA Sawunggalih 116B tiba pukul 20.35 WIB dalam kondisi terlambat lima menit dan diberangkatkan kembali pukul 20.37 WIB.

“KA Sawunggalih melintas Stasiun Bekasi Timur pukul 20.39,” kata Dudy.

Beberapa menit kemudian, sebuah taksi mogok di tengah rel perlintasan sebidang JPL 85.

Pada pukul 20.48 WIB, KA 5181B relasi Cikarang-Jakarta melintas dan tertemper dengan kendaraan tersebut.

Insiden itu kemudian memicu kerumunan warga di sekitar lokasi.

Sementara itu, KRL 5568A yang telah terlambat delapan menit diberangkatkan dari Stasiun Bekasi pukul 20.45 WIB dan tiba di Bekasi Timur pukul 20.49 WIB dengan keterlambatan sembilan menit.

KRL inilah yang tertahan tak bisa berangkat dari Stasiun Bekasi Timur dan akhirnya tertabrak KA Argo Bromo Anggrek.

Penafian: Artikel ini direproduksi dari media lain. Tujuan pencetakan ulang adalah untuk menyampaikan lebih banyak informasi. Ini tidak berarti bahwa situs web ini setuju dengan pandangannya dan bertanggung jawab atas keasliannya, dan tidak memikul tanggung jawab hukum apa pun. Semua sumber daya di situs ini dikumpulkan di Internet. Tujuan berbagi hanya untuk pembelajaran dan referensi semua orang. Jika ada pelanggaran hak cipta atau kekayaan intelektual, silakan tinggalkan pesan kepada kami.
©hak cipta2009-2020 Aceh Life Network      Hubungi kami   SiteMap